Selamat Datang di Blog Fauziah Amriny. Selamat Membaca

Jumat, 23 November 2012

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi Langsung (FDI) di Indonesia



Abstraksi
Beberapa tahun belakangan ini, kegiatan investasi merupakan salah satu yang cukup disorot oleh masyarakat sebagai sarana pengelolaan dana. Penanman modal dalam sebuah negara merupakan faktor penting untuk membantu pertumbuhan perekonomian.FDI yang merupakan salah satu bentuk investasi pada suatu negara dapat membantu pertumbuhan perekonomian.Banyak studi tentang faktor-faktor yang mempengaruhi investasi langsung (foreign direct investment atau FDI).Untuk itu perlu dibahas hal-hal yang dapat mempengaruhi FDI di negara Indonesia. Dengan cara membandingkan penelitian-penelitian terdahulu dan teori yang ada, penulis mendapatkan hasil bahwa keadaan perekonomian dan regulasi suatu negara menjadi faktor penting yang dapat mempengaruhi FDI dalam suatau negara.


LATAR BELAKANG
Persedian modal adalah determinan output perekonomian yang penting dalam suatu negara, karena persedian modal bisa berubah sepanjang waktu dan itu bisa mengarah ke pertumbuhan ekonomi. Biasanya terdapat dua kekuatan yang mempengaruhi persedian modal : investasi dan depresiasi. Investasi mengacu pada pengeluaran untuk peluasan usaha dan peralatan baru, dan hal itu menyebabkan persediaan modal bertambah.Depresiasi mengacu pada penggunaan modal dan hal itu menyebabkan persediaan modal berkurang.[1]
Sebagai negara berkembang, Indonesia membutuhkan dana yang cukup besar untuk melaksanakan pembangunan nasional. Kebutuhan dana yang besar tersebut terjadi karena adanya upaya untuk mengejar ketertinggalan pembangunan  dari negara-negara maju, baik di kawasan regional maupun kawasan global. Indonesia masih belum mampu menyediakan dana pembangunan terserbut. Disamping berupaya menggalisumber pembiayaan dalam negeri, pemerinta juga mengundang sumber pembiayaan negara lain, salah satunya adalah Penanaman Modal Asing Langsung (foreign direct invesment atau FDI).

Persediaan modal dalam suatu negara bisa terlihat pada penanaman modal asing yang digambarkan dengan adanya FDI (foreign direct investment). Adanya modal yang cukup akan membawa pada pertumbuhan perekonomian dan akan membawapada kesejahteraan pada rakyat khususnya bagi para pengusaha yang membutuhkan suntikan dana untuk mengembangkan hasil usahanya (produksi).
Menurut Ragnar Nurske yang mengemukakan teori tentang lingkaran setan, kemiskinan pada suatu negara dapat diputus dengan adanya pemasukan modal asing yang akan menambah pemodalan dalam negara dan membawa pada produktifitas yang tinggi dan memutus lingkaran setan kemiskinan. Sumber pembiayaan FDI ini  merupakan pembiayaan luar negeri yang paling potensial dibandingkan sumber lain. Panayotou (1998) menjelaskan bahwa FDI lebih penting dalam menjamin kelangsungan pembangunan dibandingkan  aliran bantuan atau modal portfolio, sebab terjadinya FDI disuatu negara akan diikuti dengan transfer of technologi, know how,management skill, resiko usaha relatif lebih kecil dan lebih profitable.
Beberapa negara lain yang menerapkan sistem FDI dalam pembangunan dan  perekonomiannya seperti, negara Malaysia yang menggunakan FDI untuk pembangunan negara dalam proses industrialisasi yang membawa dampak positif terhadap GDP (growth domestic product). Perkembangan FDI yang memberi dampak yang signifikan terhadap perkembangan Malaysia terlihat pada pertengahan tahun 1980-an. Pada saat krisis tahun 1997/1998, negara Malaysia juga diselamatkan oleh FDI yang masuk ke dalam negara tersebut yang memberikan dampak positif terhadap pengurangan dampak dari krisis pada tahun tersebut.
Negara Pakistan juga merupakan salah satu negara yang menggunakan FDI untuk meningkatkan pertumbuhan perekonomian negaranya.Pakistan juga merupakan salah satu negara yang pertama kali menerapkan open market economy di bagian Asia Selatan pada tahun 1910-an, yang tidak diragukan lagi bahwasanya ini dimaksudkan untuk menarik investor luar untuk berinvestasi.Untuk mendukung masuknya FDI dinegara ini, Pakistan juga mengarah kepada ekonomi liberal seperti liberalisasi, privatisasi dan deregulasi untuk membawa perekonomian kepada sistem pasar sempurna.
Investasi sangat dipengaruhi oleh tingkat bunga pinjaman, hal ini dikuatkan oleh Prathama Raharja dan Mandala Manurung dalam karyanya, yang paling menentukan tingkat biaya investasi adalah tingkat bunga pinjaman, makin tinggi tingkat bunganya, maka biaya investasi makin mahal dan akibatnya minat berinvestasi makin menurun.[2]
Banyak hal yang dapat mempengaruhi masuknya FDI pada suatu negara seperti yang dikemukakan oleh Vladimir Benacek, Miroslaw Gronicki, Dawn Holland and Magdolna Sass dalam hasil penelitiannya seperti tingkat upah, value added labor, kemampuan (skills of labor), hambatan dalam perdagangan, kawasan perdagangan, tingkat resiko dll[3].
Dengan adanya kebutuhan suatu negara terhadap FDI untuk mengembangkan perekonomian yang diharapkan akan membawa pada kesejahteraan dan setelah melihat perkembangan FDI yang sangat tidak menentu disebagian negara, maka perlu dikaji determinan atau faktor-faktor yang dapat mempengaruhi FDI agar investasi dalam bentuk FDI di suatu negara bisa stabil dan membawa kesejahteraan. Secara umum tulisan ini  bermaksud menggambarkan secara empiris fenomena penanaman modal asing (PMA), khususnya FDI di Indonesia.

LANDASAN TEORI
Investasi adalah segala sesuatu yang dilakukan untuk meningkatkan kemampuan menciptakan menambah nilai guna hidup.[1]
FDI merupakan salah satu bentu investasi yang berbentuk jangka panjang. FDI adalah investasi yang dilakukan oleh investor pada asset yang bersifat riil (seperti: tanah, bangunan, ataupun rencana-yang telah telah dirancang) di negara-negara asing/ diluar negeri.[2]

Faktor-faktor yang Mempengaruhi Investasi (FDI)
Prathama raharja dan Mandala manurug[3] menyatakan dalam karya tulis mereka, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi tingkat investasi, yang mana bisa di analogikan pada FDI adalah:
1.      Tingkat pengembalian yang diharapkan (expected rate of return)
Kemampuan perusahaan menentukan tingkat investasi yang diharapkan, dipengaruhi oleh kondisi internal dan eksternal perusahaan.
1. Kondisi internal merupakan kondisi yang berada di bawah kontro perusahaan, seperti: tingkat efisiensi, kualitas SDM dan teknologi yang digunakan. Selain itu kekuatan monopoli, kedekatan perusahaan dengan penguasa, dan jalur informasi.
2.  Kondisi eksternal perusahaan
Kondisi eksternal yang perlu dipertimbangkan adalah tingkat produksi dan pertumbuhan ekonomi domestic maupun internasional. Kebijakan pemerintah juga dapat mempengaruhi tingkat pengembalian, seperti: kenaikan pajak dan faktor social politik.
2.      Biaya investasi
Biaya investasi sangat ditentukan oleh tingkat bunga pinjaman.Makin tinggi tingkat bunganya, maka biaya investasi makin mahal, yang mengakibatkan minak berinvestasi makin menurun.
Menurut Jeff Madura dan Roladn Fox, ada beberapa hal yang dapat mempengaruhi FDI[4] :
1.      Perubahan dalam dalam pembatasan FDI
Semanjak tahun 1990, banyak negara yang memperlonggar masuknya FDI ke dalam suatu negara untuk meningkatkan FDI pada negara tersebut, seperti Argentina, Chili, mexico, India, dan China. Longgarnya pemasukan FDI ini dimulai dengan munculnya penghilangan hambatan dari pemerintah
2.      Privatisasi
Dengan adanya privatisasi akan meningkatkan FDI dalam suatu negara karena privatisasi memberikan kebebasaan bagi pemiliknya untuk bertindak dalam perusahaanya, sehingga para investor asing mau menambah investasinya.
3.      Potensi pertumbuhan ekonomi
Negara yeng memiliki potensi yang bagus dalam pertunbuhan ekonomi lebih disukai oleh para investor karena pertumbuhana perekonomian yang baik dapat memberikan manfaat kepada perkembangan perusahaan karena keaadaan perkonomian yang baik.
4.      Tingkat pajak
Tingkat pajak yang rendah akan meningkatkan FDI dalam suatu negara karena pajak yang rendah berarti bisa mengluarkan biaya yang kecil dan mendapatkan untung yang besar.
5.      Nilai tukar
Nilai tukar yang sedang mengalami depresiasi (nilai tukar melemah) dapat meningkatkan FDI kerena para investor dapat menanamkan modalnya dengan harga murah dengan hasil yang tinggi.
Faktor yang mempengaruhi investasi yang dalam hal ini FDI, dapat digambarkan juga oleh persamaan pendapatan nasional.

Z = C (Y-T) + I (Y,r) + G + Im (Y,Ɛ) + X (Y*,Ɛ)[5]
           (  + )        (+,-)                  (+,+)         (+ , -)
Dimana:
Z = pendapatan nasional
C = konsumsi
Y = pendapatan perkapita
T  = tingkat pajak
I   = investasi

r    = suku bunga
G  = konsumsi pemerintah
Im = total impor
Ɛ    = nilai tukar
Y* = pendapatan luar negeri

Dari persamaan diatas dapat diambil kesimpulan investasi (I), dipengaruhi oleh dua variabel, pertama, pendapatan perkapita mayarakat yang memiliki hubunngan positif.Semakin tinggi tingkat pendapatan perkapita masyarakat, maka semakin tinggi tingkat investasi.Kedua, tingkat suku bunga pinjaman dalam suatu negara memiliki hubungan negative dengan tingkat investasi.Semakin tinggi tingkat suku bunga, maka semakin rendah tingkat investasi dan sebaliknya.
FDI merupakan hubungan investasi dengan negara asing maka dapat dikategorikan sebagai jumlah impor yang masuk pada suatu negara dalam bentuk modal.Variabel impor dalam persamaan diatas dipengaruhi oleh dua veriabel.Pertama, pendapatan perkapita yang memiliki hubungan positif dengan impor, dimana semakin tinggi pendapatan perkapita masyarakat semakin tinggi tingkat impor. Kedua, nilai tukar yang memiliki hubungan positif dengan tingkat impor dimana jika terjadi peningkatan nominal nilai tukar (depresiasi) maka tingkat impor akan meningkat dan sebaliknya.

Investasi dan Tingkat Suku Bunga
Adanya hubungan investasi dan tingkat suku bunga dalam suatu negara dapat digambarkam dengan kurva IS yang menggambarkan adanya hubungan makroekonomi dalam hubungan  investasi dengan tingkat suku bunga. Hal ini dapat dimodelkan dengan:
I = I(r)
Berdasarkan kurva diatas dapat dijelaskan bahwa tingkat suku bunga pinjaman pada suatu negara dapat mempenngaruhi tingkat investasi yang memiliki hubungan negatif. Pada saat tingkat suku bunga bergerak turun dari i0 ke i1, maka tingkat investasi akan bergerak naik naik I0 ke I1. Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa tingkat suku bunga pinjaman dapat menjadi salah determinan dalam investasi termasuk investasi berupa FDI.

Perkembangan FDI di Idonesia
   Investasi asing langsung (FDI) di Indonesia selalu mengalami pergerakan naik-turun setiap tahun. Jika dibandingkan dengan kawasan lain yang ikut mengalami keterpurukan setelah terjadinya krisis ekonomi pada tahun 1997. Data tahun 1998-2002 menunjukkan bahwa aliran FDI yang masuk ke Indonesia mengalami penurunan secara signifikan dibandingkan negara lain. Namun pada tahun setelahnya volatilitasnya FDI di Indonesia semakin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika diakumulasikan permasalahan yang sebenarnya, maka ada dua hal yang mempengaruhi kegiatan FDI di suatu negara, yang pertama yaitu lingkungan atau kerangka kebijakan suatu negara. Pada dasarnya investor mengetahui potensi dan kondisi suatu negara yang akan dijadikan lokasi investasi.  Kerngaka kebijakan ini dalam beberapa hal, yaitu (1) stabilitas ekonomi, politik dan sosial; (2) aturan yang mendukung masuk dan operasinya suatu usaha; (3) satndar kesepakatan internasional; (4) kebijakan dalam memfungsikan dan struktur pasar; (5) persetujuan internasional dalam FDI; (6) kebijakan privatisasi dan; (7) kebijakan perdagangan dan perpajakan.
Dalam rangka meningkatkan investasi asing langsung di Indonesia, pemerintah melalui badan koordinasi dan penanaman modal (BKPM) telah melakukan beberapa upaya penyesuaian kebijakan investasi, diantaranya sebagai berikut:
1.    Pemerintah telah memperbaharui daftar bidang usaha yang tertutup bagi penanaman modal untuk diberikan keleluasaan investor dalam memilih usaha (Keppres No 996 Tahun 2000 dan No 118 Tahun 2000. Dalam keputusan tersebut, bidang usaha yang tertutup untuk investasi baik PMA maupun PMDN berkurang dari 16 sektor menjadi 11 sektor. Bidang usaha yang tertutup bagi kepemilikan asing berkurang dari 9 sektor menjadi 8 sektor.
2.    Penyederhanaa proses dari 42 hari menjadi 10 hari. Sebelumnya persetujjuan PMA dilakukan oleh presiden, sedangkan saat ini cukup dilakukan oleh pejabat Eselon I yang berwenang, dalam hal ini Deputi Bidang dan Fasilitas Penanaman Modal.
3.    Sejak tanggal 1 januari 2001, pemerintah menggantikan insentif pembebasan pajak dengan kelonggaran pajak investasi sebesar 30% untuk 6 tahun.
4.    Nilai investasi tidak dibatasi, sepenuhnya tergantung studi kelayakan dari proyek tersebut.

Penelitian Terdahulu
Untuk memperkuat kerangka berfikir penulis, dalam hal ini penulis menyertakan penelitian terdahulu yang yang berkaitan dengan judul paper diatas:
Sebuah jurnal yang ditulis oleh, Sarwedi (2002) dengan judul “Investasi asing langsung di Indonesia dan faktor yang mempengaruhinya” dengan metode penelitian OLS.Tujuan dari pembahasan jurnal ini untuk mengetahui faktor-faktor yang mempengaruhi PMA di Indonesia. Kesimpulan dari jurnal ini yaitu, Dalam jangka pendek ditemukan bahwa variabel GDP pertumbuhan ekonomi, upah pekerja dan ekspor menunjukkan pengaruh positif, sedangkan dalam jangka panjang, seluruh variabel memiliki hubungan negatif yang disebabkan oleh fluktuasi masing-masing variabel. Kemudian stabilitas politik yang diukur dengan indikator terjadinya kerusuhan atau mogok kerja yang terjadi di Indonesia.
Sebuah jurnal yang ditulis oleh Muhammad Zaenuddin (2009) dengan judul “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi investasi PMA di Batam”.Kesimpulan dari jurnal ini yaitu, Batam menjadi tujuan investasi yang menarik bagi penanaman modal asing langsung (foreign direct investment) sehingga investasi PMA di Batam mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi dengan beberapa faktor yang mempengaruhi diantaranya, maintenance fee, tenaga kerja dan ekspor secara statistik mempengaruhi aliran PMA di Batam.
Sebuah jurnal yang ditulis oleh, Pardamean Lubis, Sya’ad Afifuddin dan Kasyful Mahalli (2008) dengan judul “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan investasi di Indonesia” dengan metode OLS. Kesimpulan dari jurnal ini yaitu, suku bunga dalam negeri (IR) memberikan pengaruh yang negatif terhadap permintaan investasi di Indonesia dan pendapatan Nasional (NI) memberikan pengaruh yang positif dan sangan signifikan terhadap permintaan investasi di Indonesia.
Sebuah jurnal yang ditulis oleh Nugroho SBM (2008) dengan judul “Evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi investasi di Indonesia dan implikasi kebijakannya”.Kesimpulan dari jurnal ini yaitu, ada beberapa faktor yang mempengaruhi investasi di Indonesia yaitu, suku bunga bank, pendapatan nasional per-kapita atau PDRB per kapita, sarana-sarana serta utilitas, birokrasi perjanjian pemerintah,sumberdaya manusia, kelonggaran beberapa peraturan dan UUD yang merhubungan dengan ketenagakerjaan, stabilitas politik dan keamanan dan budaya lokal.
Sebuah jurnal yang ditulis oleh Fahril Ramadhan (2010) dengan judul “Effect of foreighn debt, foreign investment an invlation on Economic Growth of Indonesia”. kesimpulan dari jurnal tersebut yaitu, utang luar negeri berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia, penenaman modal asing berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi, inflasi juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia.

PEMBAHASAN
FDI merupakan salah satu bentuk investasi langsung yang disalurkan pada sektor riil. Penanaman FDI pada suatu negara akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian, dimana dengan meningkatnya investasi, akan meningkatkan kegiatan produksi dan juga dapat memperluas kesempatan kerja sehinggga memberikan dampak positif terhadap total perekonomian[6].
Peningkatan penanaman modal asing langsung (FDI) ini dapat mendorong pertumbuhan ekonomi di Indonesia, seperti yang hasil penelitian yang dilakukan oleh Fahril Ramadhan yang menyatakan bahwa FDI memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi di Indonesia. Untuk meningkatkan jumlah FDI di Indonesia perlu dilakukan beberapa cara yang dapat menarik investor asing menanamkan modalnya di Indonesia.
Karya tulis yang dibahas penulis merupakan determinan FDI di Indonesia.Pembahasan dalam karya tulis ini dimulai dengan melihat penelitian-penelitian terdahulu yang telah dilakukan oleh para peneliti sebelumnya.
Determinan FDI dinegara muslim, menurut penulis juga dapat dipengaruhi suku bunga pinjaman suatu negara. Hal ini sejalan dengan teori Keynes dalam kurva investasi, bahwa investasi pada suatu negara memiliki hubungan yang negative dengan tingkat investasi.Dimana semakin tinggi tingkat bunga pinjaman, semakin rendah tingkat investasi di negara tersebut. Selanjutnya jurnal yang ditulis oleh Pardamean Lubis, Sya’ad Afifuddin dan Kasyful Mahalli yang memberikan kesimpulan bahwa, suku bunga dalam negeri (IR) memberikan pengaruh yang negatif terhadap permintaan investasi di Indonesia dan pendapatan Nasional (NI) memberikan pengaruh yang positif dan sangan signifikan terhadap permintaan investasi di Indonesia.
Faktor yang mempengaruhi FDI juga dapat digambarkan oleh pangsa pasar yang dimiliki oleh suatu perusahaan yang memiliki dampak yang cukup signifikan terhadap penanaman FDI di Indonesia dan memiliki hubungan yang positif.Semakin luas pangsa pasar yang dimiliki semakin tinggi tingkat penanaman FDI pada negara tersebut.Hal ini diperkuat dengan penelitian yang dilakukan Sarwedi.
Tingkat pajak yang ditetapkan oleh pemerintah terutama pajak yang ditetapkan pada perusahaan juga dapat mempengaruhi penanaman FDI di Indonesia,sejalan dengan pemikiran Jeff Madura dan Roland Fox dalam bukunya yang berjudul International Financial Management, dimana mereka manyatakan bahwa tingkat pajak yang rendah akan meningkatkan FDI dalam suatu negara karena pajak yang rendah berarti bisa mengeluarkan biaya yang kecil dan mendapatkan untung yang besar. Biaya tinggi yang akan dikeluarkan oleh investor akan menyebabkan penurunan investasi, dalam hal ini FDI,pernyataan ini dikemukakan oleh Mandala manurung dan Prathama raharja. Penelitian terdahulu juga menyatakan bahwa pajak yang tinggi akan menurunkan tingkat FDI di Indonesia yang dinyatakan oleh Muhammad Zaenuddin yang menyatakan bahwa tingkat pajak mempengaruhi FDI di daerah Batam (Indonesia).
Keadaan infrastruktur suatu negara juga dapat menjadi faktor yang mempengaruhi pemasukan FDI pada suatu negara.Faktor ini dinyatakan oleh Nugroho SBM. Ketika infrastruktur dan sarana-sarana di negara tersebut baik, maka FDI akan semakin meningkat.
Tingkat hutang luar negeri juga berpengaruh terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia, sepeti hasil penelitian yang dilakukan oleh Fahril Ramadhan yang digambarkan dalam bentuk GDP.Pendapatan suatu negara juga dapat menjadi determinan FDI si suatu negara, termasuk Indonesia. Hal ini dibuktikan oleh penelitian yang dilakukan oleh Sarwedi mengenai dampak jangka pendek ditemukan bahwa variabel GDP pertumbuhan ekonomi, upah pekerja dan ekspor menunjukkan pengaruh positif, sedangkan dalam jangka panjang, seluruh variabel memiliki hubungan negatif yang disebabkan oleh fluktuasi masing-masing variabel. Kemudian stabilitas politik yang diukur dengan indikator terjadinya kerusuhan atau mogok kerja yang terjadi di Indonesia juga memiliki pengaruh terhadap FDI.
Permintaan ekspor suatu negara juga dapat mempengaruhi tingkat FDI dinegara-negara termasuk Indonesia. Ini dibuktikan dengan penelitian terdahulu yang dilakukan oleh Muhammad Zaenuddin, yang mendapatkan hasil bahwa permintaan terhadap ekspor memberikan hubungan yang positif terhadap FDI dan memiliki dampak yang signifikan, dan menyatakan bahwa  permintaan ekspor merupakan faktor yang paling dominan mempengaruhi FDI di negara Pakistan.
Tarif impor yang ditetapkan oleh pemerintah juga dapat mempengaruhi keaadaan FDI.Nugroho SBM menyatakan bahwa tarif impor dalam suatu negara dapat mempengaruhi FDI dengan pengaruh yang negative dan memiliki dampak yang signifkan. Tarif impor yang ditetapkan oleh pemerintah dapat menambah biaya yang akan dikeluarkan oleh perusahaan. Biaya tinggi yang dikeluarkan oleh perusahaan dapat menyebabkan investasi berkurang karna akan berimbas pada return yang akan didapat oleh investor. Hal ini dinyataka oleh Mandala Manurung dan Prathama Raharja dalam bukunya yang berjudul “Pengantar Ilmu Ekonomi”.

KESIMPULAN
Berdasarkan pembahasan yang dilakukan penulis dalam karya tulis ini, penulis memberikan kesimpulan sebagai berikut:
1.      Pangsa pasar, regulasi dalam pasar bebas, keadaan infrastruktur, pemberian kredit ke swasta, GDP perkapita, perkembangan keuangan, CPI, dan jumlah total ekspor, merupakan variabel-variabel yang digunakan oleh penelitian-penelitian terdahhulu yang dibahas penulis yang memiliki hubungan yang positif terhadap FDI di negara-negara mulim
2.      Tingkat kurs, tariff impor, tingkat pajak, index harga saham, dan tingkat upah, merupakan variabel-variabel yang digunakan oleh peneliti-peneliti terdahulu yang dibahas oleh penulis  yang memberikan dampak yang negative terhadap FDI di negara-negara muslim.
3.      Suku bunga pinjaman yang terdapat dalam suatu negara termasuk negara muslim juga dapat mempengaruhi FDI.


DAFTAR PUSTAKA
Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) “Investment coordinating board of the republic of indonesia” (2010)
Lubis, Pardamean, dkk “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi permintaan investasi di Indonesia” (MEPA Ekonomi, Mei 2008, Volume 3, Nomor 2)
Masruroh, Eny, “Analisis faktor-faktor penentu investasi asing langsung di Indonesia : sebuah pendekatan eklektik. (2010).
Madura, Jeff dan Roland Fox, “International Financial Management”, (London: Thomson Learning, 2007), hal: 463, lihat juga Olivier Blanchard, “macroeconomics”, (United states of America: pearson Prentice hall, 2009)
Mankiw, N.Gregory, “Makroekonomi”, (Jakarta: Penerbit Erlangga,2006).
Nugroho SBM, “Evaluasi terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi investasi di Indonesia dan implikasi kebijakannya” (Riptek, Vol.2, No. 1, Tahun 2008, Hal.: 18-21)
Raharja, Prathama dan Mandala Manurung, “Pengantar Ilmu Ekonomi”, (Jakarta: Lembaga Penerbit Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia, 2008).
Ramadhan Fahril, “Effect of foreighn debt, foreign investment an invlation on Economic Growth of Indonesia”, (Jurnal, 2010)
Sarwedi, “Investasi asing langsung di Indonesia dan faktor yang mempengaruhinya” (Jurnal Akuntansi dan Keuangan Vol.4, No. 1, Mei 2002)
Sudarmono, Heri “The Determinants Of FDI Flows In OIC Countries”, (Jurnal Ekonomi Pembangunan Kajian Ekonomi Negara Berkembang) hal:207-216
S. Damanhuri, Didin, “Ekonomi Politik dan Pembangunan”, (Bogor: IPB Press, 2010)
Zaenuddin, Muhammad “Analisis faktor-faktor yang mempengaruhi investasi PMA di Batam”. (Jurnal, 2009)

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Selamat Datang di perusahaan investasi India, kami menawarkan pinjaman kepada klien yang serius membutuhkan bantuan keuangan Anda perlu meminjam uang untuk berinvestasi, dan membayar tagihan. Kami telah menerima email Anda tentang mengajukan kredit Anda, kami ingin Anda tahu bahwa kita memiliki semua jenis pinjaman dengan bunga di bawah 3%, sehingga kami menawarkan pinjaman dalam mata uang euro, pound. dan dolar .. Pinjaman tersebut juga diasuransikan untuk keamanan maksimum. Adalah prioritas kami Hubungi kami melalui email: investimentcompanyindia@gmail.com atau hubungi 919650553766.

    Formulir aplikasi kredit

    1) Nama Lengkap:
    2) Negara:
    3) Alamat:
    4) menyatakan:
    5) Jenis Kelamin:
    6) Status:
    7) Pekerjaan ::
    8) Nomor Telepon:
    9), sementara di tempat kerja.
    Penghasilan bulanan 10).
    11) Jumlah Pinjaman Dibutuhkan:.
    12) Jangka waktu Pinjaman

    Menunggu tanggapan Anda dengan rincian Program. Harap jangan ragu untuk menghubungi kami Email: investimentcompanyindia@gmail.com atau hubungi +919650553766, untuk informasi lebih lanjut.

    India Perusahaan Investasi
    Sir Rafue Shatida

    BalasHapus