Selamat Datang di Blog Fauziah Amriny. Selamat Membaca

Rabu, 28 Mei 2014

Mimpi Terindahku


Kota ini, semua orang tau dengan keindahan dan kesyahduan kota ini. salah satu mimpi terindahku adalah melangkahkan kaki di kota suci ini. Kota suci yang selalu dirindukan umat Islam diseluruh penjuru dunia. Tempat dimana orang tak henti-hentinya untuk beribadah, setiap detik, setiap menit, setiap jam. Tempat dimana begitu banyak Allah nampakkkan keajaiban-keajaiban-Nya. Tempat yang bisa membuat orang menangis tersungkur saat mengingat semua dosa yang dilakukannya, begitu kecilnya kita sebagai hamba, begitu seringnya kita dilalaikan oleh kenikmatan dunia. Kita sering lupa kalau dunia ini hanya sementara, dunia ini adalah ladang kita untuk mencapai syurga-Nya nanti.


 Keluarga dan sahabat-sahabat ku banyak yang sudah mendapat pangilan-Nya untuk hadir di kota ini dan aku berharap suatu saat panggilan itu datang kepadaku. Bulir air itu selalu mengalir di pipi ku saat mendengar kabar keluarga, saudara dan sahabat yang akan berangkat ke kota ini, bahagia melihat mereka yang telah Allah beri kesempatan untuk hadir di kota ini. Dalam syahdunya doa ini, aku selalu meminta pada-Nya, suatu saat kesempatan itu datang padaku, itulah salah satu saat membahagiakan yang selalu aku tunggu.


Kisah-kisah indah dan penuh hikmah yang telah dilalui keluarga dan sahabatku di kota ini, menjadi oleh-oleh terindah bagiku. Kisah yang membuatku semakin rindu untuk melangkahkan kaki di tempat suci penuh berkah ini. Aku masih ingat dengan salah satu cerita yang sangat luar biasa dari mama, seseorang yang matanya minus sembuh setelah mencuci mukanya dengan air zam-zam. Ibu ini sebenarnya memakai kacamata, namun saat ingin mengambil air wudhu kacamatanya jatuh dan pecah. Rasa khawatir pun datang, dia tidak yakin bisa melihat dengan jelas tanpa kacamata itu. Saat ingin membasuh muka, ibu ini berdoa agar datang sebuah keajaiban, setelah ibu ini membasuh kedua mukanya dia merasakan ada yang berbeda dengan penglihatannya. Dia menyadari kalau kini penglihatannya kembali jelas walau tidak menggunakan kacamata. Ibu ini menangis sambil mengucap syukur, sungguh sebuah keajaiban yang nyata. Ada lagi cerita papa yang membuat uji nangis terharu, yah papa hampir saja di injak saat melakukan tawaf, namun Allah kirimkan salah seorang penjaga yang membatu papa untuk bangun saat hampir terinjak. Mata ku berkaca-kaca saat papa bilang "camiah namo apa se yg pulang (hampir saja nama papa aja yg pulang).

  Mimpi untuk hadir di kota ini akan selalu ku biarkan terukir dalam daftar mimpiku, berharap smua akan jadi nyata suatu saat nanti, seperti kata yang sangat ku yakini "semua akan Allah jadikan indah pada waktunya". Begitu banyak tempat-tempat yang aku kunjungi yang dulunya hanya sebuah mimpi, begitu banyak hal-hal yang ingin ku capai yang dulunya hanya sebuah mimpi. Namun akhirnya Allah mewujudkan mimpiku itu menjadi nyata, usaha dan doa itulah kunci terbesarnya dan bersabar menunggu waktu terbaik itu. Begitu banyak mimpi-mimpiku yang ingin ku capai, tetapi inilah mimpi terindahku, mimpi untuk hadir di kota suci ini, suatu saat nanti. Mimpi yang nantinya akan menyempurnakan bias pelangi di dalam kehidupanku. Begitu banyak kata yang ingin aku untai di tempat suci ini, begitu banyak doa yang ingin aku panjatkan di tempat penuh berkah ini.Semoga kesempatan itu segera hadir untukku.. :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar